News

Utut Adianto: Kapal AS Lewat Selat Malaka Tak Ganggu Politik RI

Jakarta (KABARIN) - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menilai bahwa kapal milik Amerika Serikat yang melintasi Selat Malaka, tidak akan mengganggu politik bebas aktif Indonesia.

Menurut dia, semua pihak bisa melintas di Selat Malaka karena Indonesia tidak ada dalam kawasan yang berada dalam status bahaya perang dan negara-negara tetangga merupakan negara sahabat.

"Apakah ini nanti potensi mengganggu sikap kita yang bebas dan aktif? Saya rasa pasti tidak," kata Utut di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan bahwa Indonesia pun sudah menjalin persahabatan dengan negara-negara barat sejak tahun 70-an. Meski Indonesia kini sudah masuk sebagai anggota BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa), menurut dia, negara-negara di dalamnya juga bersahabat dengan negara-negara barat.

"Kalau kata Bung Hatta terkenal 'Mendayung di Antara Dua Karang', nah ini sekarang ini benar-benar sedang kita jalani. Kita bersyukur bahwa kita tidak dalam 'region' (wilayah) yang bahaya untuk berperang," katanya.

Di samping itu, dia pun menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan antara Indonesia dengan AS soal penggunaan ruang udara RI secara bebas.

Hal itu, kata dia, sudah dikonfirmasi langsung kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, usai kunjungannya dari AS beberapa waktu lalu.

Dia juga mengatakan bahwa tidak ada kerja sama aliansi militer terkait hal itu.

Menurut dia, kedaulatan udara Indonesia akan tetap dan mutlak milik Republik Indonesia.

Dengan begitu, saat ini harus tetap ada pemberitahuan kepada Kementerian Pertahanan atau TNI AU terkait penggunaan udara Indonesia oleh militer asing.

"Jadi, tidak ada di sini yang sifatnya bahwa kedaulatan kita sudah diberikan kepada United States, utamanya udara kita," katanya.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: